Beranda > Rumah Tangga > Apa maksud Wanita yang Sholatnya tidak melampaui kepalanya?

Apa maksud Wanita yang Sholatnya tidak melampaui kepalanya?

21/02/2013

Wanita Yang Sholatnya Tidak Melampaui Kepalanya.

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

sujud istri kepada suami

Pertanyaan: Mengenai hadits, Ada dua orang yang shalatnya tidak melampaui kepalanya… apa maksud tidak melampaui kepala?

Jawaban:

Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,

اثْنَانِ لا تُجَاوِز صَلاتُهُمَا رُءُوسَهُمَا عَبْدٌ آبِقٌ مِنْ مَوَالِيهِ حَتَّى يَرْجِعَ إِلَيْهِمْ وَامْرَأَةٌ عَصَتْ زَوْجَهَا حَتَّى تَرْجِعَ

“Ada dua orang yang sholatnya tidak melampaui kepalanya; seorang budak yang lari dari tuannya sampai ia kembali dan seorang wanita yang tidak taat kepada suaminya sampai ia bertaubat (kembali taat).” [HR. Ath-Thabrani dari Abdullah bin Umar radhiyallahu ’anhuma, Shahihut Targhib: 1888]

Al-Munawi rahimahullah berkata,

أي لا ترفع إلى الله تعالى في رفع العمل الصالح

“Yakni sholat mereka tidak diangkat kepada Allah ta’ala dalam pengangkatan amal shalih.”

Beliau rahimahullah juga berkata,

ولا يلزم من عدم القبول عدم الصحة فالصلاة صحيحة لا يجب قضاؤها لكن ثوابها قليل أو لا ثواب فيها أما لو أبق لعذر كخوف قتل أو فعل فاحشة أو تكليفه على الدوام ما لا يطيقه أو عصت المرأة بمعصية كوطئه في دبرها أو حيضها فثواب صلاتهما بحاله ولا طاعة لمخلوق في معصية الخالق

“Dan tidaklah mengharuskan amalan yang tidak diterima itu juga dihukumi sebagai amalan yang tidak sah. Shalatnya tetap sah, tidak ada kewajiban mengqodho, akan tetapi pahalanya sedikit atau tidak ada sama sekali. (Hal itu kalau tanpa alasan yang dibenarkan syari’at), adapun jika seorang budak lari karena satu alasan seperti karena takut dibunuh atau karena perbuatan keji atau karena dibebankan suatu pekerjaan terus menerus yang tidak mampu ia lakukan, atau seorang istri tidak taat ketika mau disetubuhi pada duburnya atau ketika haidnya, maka pahala sholat keduanya ketika itu tetap mereka dapatkan. Dan tidak ada ketaatan kepada makhluk dalam kemaksiatan kepada Allah Al-Khaliq.” [Faidhul Qodir, 1/195]

وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم

Ustad: Sofyan Chalid bin Idham Ruray

%d blogger menyukai ini: