Beranda > Al Kisah > Inilah Penyiksaan yang Dialami Orang-Orang Shalih Terdahulu

Inilah Penyiksaan yang Dialami Orang-Orang Shalih Terdahulu

Bismillah..

Assalamu ‘alaikm Warohmatullah..

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Ada seorang raja yang hidup sebelum masa kalian. Ia memiliki tukang sihir. Ketika tukang sihir itu telah memasuki usia udzur, dia berkata kepada sang raja,

Saya sudah tua. Kirimkanlah seorang anak muda kepada saya agar ilmu sihir saya dapat saya turunkan kepadanya.

Raja pun mengirimkan anak muda sesuai permintaan tukang sihir itu, untuk diajarkan sihir. Dalam perjalanan menuju rumah tukang sihir itu, anak muda itu bertemu dengan seorang rahib. Ia pun ikut duduk di majelis rahib itu, mendengarkan apa yang disampaikan oleh rahib. Anak muda itu terpukau dan takjub terhadap apa yang disampaikan oleh sang rahib. Maka, setiap kali mau pergi ke rumah tukang sihir, anak muda itu terlebuh dahulu mampir ke rumah sang rahib lalu mendengarkan ceramahnya.

Setibanya di rumah tukang sihir, tukang sihir itu langsung memukul anak muda itu. Anak muda itu mengadukan peristiwa tersebut kepada sang rahib. Sang rahib berkata kepadanya,

Jika kamu takut dipukul lagi oleh si tukang sihir itu, katakan kepadanya, ‘Aku terlambat datang ke sini karena aku ditahan oleh keluarga.’

Dan jika kamu takut kepada keluargamu, katakan kepada keluargamu, ‘Aku terlambat datang ke sini kerena aku ditahan oleh tukang sihir.’

Kemudian, pada suatu kesempatan, ia bertemu dengan binatang besar yang menghalangi perjalanan manusia. Ia berkata,

Saat ini, saya akan mengetahui siapa yang lebih utama antara tukang sihir dan rahib.

Lalu, ia mengambil batu seraya berkata,

Ya الله, jika apa yang disampaikan oleh rahib lebih Engkau sukai dari apa yang disampaikan oleh tukang sihir, matikanlah binatang hingga orang-orang dapat melanjutkan perjalannnya kembali.

Anak muda itu pun melemparkan batu yang ada di tangannya ke arah binatang itu, dan -atas izin الله سبحانه و تعالى– ia berhasil membunuh binatang itu. Orang-orang pun dapat melanjutkan perjalanannya kembali.

Setelah itu, anak muda itu mendatangi si rahib seraya menceritakan peristiwa langka yang baru saja ia alami. Kemudian, si rahib berkata kepadanya,

Wahai anakku, sekarang kamu lebih utama daripada aku. Kini, telah tiba saatnya kamu menghadapi sebuah peristiwa sesuai yang aku duga. Kamu akan mendapatkan cobaan. Ketika kamu mendapatkan cobaan itu, kamu tidak usah memberitahukan tentang aku.

Anak muda itu bisa menyembuhkan orang yang buta sejak lahir dan orang yang memiliki penyakit kusta. Ia juga bisa mengobati penyakit lain yang menimpa masyarakat pada masa itu. Kemudian, teman sang raja mendengar keistimewaan yang dimiliki oleh anak muda itu. Teman sang raja itu buta, ia pun mendatangi anak muda itu dengan membawa hadiah yang melimpah ruah, lalu berkata,

Jika kamu bisa menyembuhkanku, ambillah semua hadiah ini.

Anak muda itu berkata,

Aku tidak bisa menyembuhkan siapa pun. Akan tetapi, yang bisa menyembuhkan itu adalah الله سبحانه و تعالى. Jika Engkau beriman kepada الله, aku berdoa kepada الله, Dia akan menyembuhkanmu.

Teman raja itu pun beriman kepada الله , lalu الله menyembuhkannya. Setelah sembuh, teman raja itu datang kepada raja dan duduk dalam satu forum seperti biasa. Kemudian, sang raja bertanya,

Siapa yang membuatmu bisa melihat?

Teman raja : “Tuhanku.”

Raja : “Apakah Engkau memiliki Tuhan selain aku?”

Teman raja : “Tuhanku dan Tuhanmu adalah الله /Allah/.

Raja pun memegangnya, dan sang raja terus menyiksanya hingga ia mau menunjukkan tempat anak muda yang menyembuhkannya. Anak muda itu pun didatangkan ke hadapan raja, lalu raja berkata,

Hai anak muda, sihirmu mampu menyembuhkan orang yang buta, dan orang yang menderita penyakit kusta. Dan kamu bisa melakukan apa yang kamu suka.

Anak muda itu berkata,

“Aku tidak bisa menyembuhkan siapa pun. Akan tetapi, الله lah yang bisa menyembuhkannnya.”

Sang raja pun menangkapnya dan sang raja terus menyiksanya hingga ia mau menunjukkan tempat si rahib. Tidak lama kemudian, si rahib didatangkan ke hadapan raja, lalu dikatakan kepada si rahib,

“Tinggalkanlah agamamu.”

Si rahib tidak mau. Kemudian, raja mengambil gergaji lalu meletakkan di kepala si rahib, lalu sang raja menggergajinya hingga kepala si rahib putus dan jatuh.

Setelah itu, teman raja dipanggil untuk maju. Kemudian, dikatakan kepadanya

“Tinggalkanlah agamamu.”

Akan tetapi, ia tidak mau. Kemudian, raja mengambil gergaji lalu meletakkan di kepala temannya itu, lalu sang raja menggergajinya hingga kepala temannya itu putus dan jatuh.

Selanjutnya, anak muda itu dipanggil untuk maju, lalu dikatakan kepadanya,

“Tinggalkanlah agamamu.

Anak muda itu tidak mau. Kemudian, sang raja menyerahkan anak muda itu kepada sekelompok bawahannya, lalu berkata kepada mereka,

“Bawalah anak muda ini ke gunung ini, dan bawalah ia naik ke atas gunung itu. Ketika sudah tiba di puncak gunung itu, jika anak muda ini tidak mau meninggalkan agamanya, lemparkanlah ia ke bawah.”

Mereka pun membawa anak muda itu untuk naik ke atas gunung. Kemudian, anak itu berdoa,

Ya الله. Lindungilah hamba dari kejahatan mereka dengan cara yang Engkau kehendaki.

Ketika mereka mendaki gunung, tiba-tiba gunung itu bergoyang dan seketika mereka pun jatuh. Anak muda itu pulang menemui sang raja. Lalu, sang raja bertanya,

“Apa yang dilakukan oleh orang-orang yang membawamu itu?

Anak muda itu berkata,

“الله سبحانه و تعالى melindungiku dari kejahatam mereka.”

Kemudian, anak muda itu berkata kepada raja,

“Sesungguihnya engkau tidak akan mampu membunuh saya kecuali engkau menuruti keinginanku.

Sang raja bertanya,

“Apa yang kamu inginkan?”

Anak muda itu menjelaskan.

“engkau mengumpulkan seluruh rakyat di tempat yang luas. Kemudian, engkau menyalibku di batang pohon. Kemudian, ambillah anak panah dari kantong anak panahku, lalu letakkanlah anak panah itu di jantung busur, lalu ucapkanlah, ‘Dengan menyebut asma الله, Rabb anak muda ini

Sang raja pun memanah anak muda itu persis di pelipisnya. Kemudian, anak muda itu meletakkan tangannya di pelipisnya yang terkena anak panah, lalu ia pun meninggal dunia.

Kemudian, seluruh rakyat yang menyaksikan peristiwa itu berkata,

“Kami beriman kepada Rabb anak muda itu. Kami beriman kepada Rabb anak muda itu. Kami beriman kepada Rabb anak muda itu”

Kemudian, ada seorang mendatangi raja seraya berkata,

“Apakah engkau melihat apa yang engkau khawatirkan? Demi الله telah datang kepadamu apa yang membahayakanmu. Seluruh rakyat beriman kepada الله سبحانه و تعالى.

Kemudian, raja memerintah bawahannya untuk menggali lubang yang dalam di tanah, di persimpangan jalan. Perintah raja pun dilaksanakan dan kobaran api memenuhi lubang itu. Kemudian, raja berkata,

“Barangsiapa yang tidak keluar dari agamanya, lemparkanlah ke dalam lubang itu.!”

Para bawahan raja melaksanakan perintah itu. Kemudian, tibalah giliran seorang wanita untuk dilempar ke dalam lubang itu bersama anaknya yang masih belia. Wanita itu hendak mengurungkan niatnya untuk melompat ke dalam lubang itu. Tiba-tiba, anaknya berkata,

“Wahai ibuku, bersabarlah. Sesungguhnya engkau berada di atas jalan yang benar.”

(Hadits Riwayat Muslim)

Kategori:Al Kisah Tag:
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: