Beranda > Sejarah > Kado dari Kota Nabi

Kado dari Kota Nabi

Surat Dan Stempel Nabi

Oleh: Hasan Husen Assagaf

Bismillahirrahmanirrahim…

Al-Qura’n turun melalui Jibril as kepada Nabi shalallahu ‘alaihi wassalam bukan dengan tulisan tapi dengan lisan. Bahkan ayat pertama yang turun kepada beliau bukan “Uktub” atau “Tulislah” tapi ayat pertama turun berbunyi “Iqra’” artinya “Bacalah”. Dari salah satu mu’jizat Nabi shalallahu ‘alaihi wassalam yang terbesar adalah bahwa beliau itu buta huruf, tidak bisa membaca dan menulis. Tapi kok wahyu yang turun kepada beliau dari Allah baik melalui Jibril atau langsung bisa diterimanya? Karena ingatan dan hapalan Nabi shalallahu ‘alaihi wassalam super hebat, luar biasa tidak bisa disamakan dengan ingatan dan hapalan orang orang biasa. Maka semua wahyu yang dibacakan Jibril as yang turun dari Allah kepada beliau bisa langsung melekat di ingatan Nabi shalallahu ‘alaihi wassalam tidak bisa terlepas lagi.

Jelasnya, kalau ada orang mengatakan bahwa Nabi shalallahu ‘alaihi wassalam itu pintar menulis berarti dia bodoh tidak mengetahui sejarah Nabi shalallahu ‘alaihi wassalam atau berarti dia telah melecehkan Islam. Orang pintar pada masa Nabi shalallahu ‘alaihi wassalam bukan orang yang pandai menulis tapi yang hebat pada zaman itu adalah orang yang hapalanya kuat. Kalau begitu menulis bukalah budaya orang Arab. Orang Arab di masa itu merasa malu jika diketahui ia pandai menulis. Karena mereka mengandalkan diri mereka kepada hapalan. Orang yang pandai menulis berarti hapalannya tidak kuat.

Tapi Islam adalah agama terbuka dan bisa menerima budaya. Contohnya setelah wafatnya Nabi shalallahu ‘alaihi wassalam, para sahabat mulai mengumpulkan Al-Qur’an dari penghapal penghapal agar mu’jizat Nabi itu tidak putus dan habis sepeninggalan mereka atau sehabis para penghapal itu wafat. Maka terbentuklah “lajnah” untuk mengumpulkan Al-Qur’an dan ini tentu memerlukan waktu dan tenaga luar biasa. Setelah terkumpul mulailah mereka menulis demi untuk menjaga keselamatan Al-Qur’an dari tangan tangan kotor dan memeliharanya agar tetap bersih, murni dan terjaga, Allah subhanahu wata’ala berfirman: Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Qur’an, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya” {QS. al-Hijr :9}.

Begitu pula hadist hadist Nabi shalallahu ‘alaihi wassalam yang diriwayatkan atau disampaikan dengan lisan memiliki kedudukan yang lebih kuat daripada riwayat yang disampaikan dengan tulisan. Walaupun demikian, Islam adalah agama terbuka dan menerima budaya yang datang dari luar, atau menerima cara orang lain selama budaya dan cara mereka itu baik tidak keluar dari rel rel syariat Allah. Contohnya adalah pengumpulan Al-Quran dan hadist-hadist Nabi shalallahu ‘alaihi wassalam, pembuatan surat surat Nabi shalallahu ‘alaihi wassalam yang dikirim kepada raja raja dan penguasa penguasa dunia setelah Islam mulai kuat di Madinah dan mulai berkembang luas ke seluruh penjuru.

Banyak budaya dan cara orang lain masuk ke dunia Islam dan diterima semasih budaya dan cara itu bisa diterima kebenaranya. Contohnya setelah Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam membuat surat surat kepada raja raja dan penguasa penguasa dunia mengajak mereka masuk ke agama Islam, salah seorang sahabat mengatakan bahwa orang-orang kafir tersebut tidak mau menerima surat surat tanpa distempel lebih dahulu, maka Nabi shalallahu ‘alaihi wassalam memerintahkan para sahabat untuk membuatkan baginya stempel. Kemudian dibuatlah stempel berupa cincin yang berukiran kalimat “Muhammad Rasulullah“.  Stempel ini dikenakan Nabi shalallahu ‘alaihi wassalam di tangan kanan beliau sampai beliau wafat. (Lihat foto stempel Nabi).

Stamp Rosul Allah, Istambul-Turky

Semua surat surat Nabi shalallahu ‘alaihi wassalam yang dikirim kepada raja dan penguasa dunia disambut dengan baik dan sangat dihargai sekali oleh mereka kecuali surat beliau yang dikirim kepada Kisra atau Khosrau II (Penguasa Persia). setibanya surat beliau dan sehabis dibaca surat beliau dirobek robek oleh Khosrau. Rasulullah berdoa: “Ya Allah robek robeklah kerajaannya”.

Kalau kita membaca isi surat surat Nabi shalallahu ‘alaihi wassalam yang dikirim untuk penguasa penguasa dunia kita bisa lihat dengan jelas bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam adalah seseorang yang ahli berdiplomasi dan sangat pintar bersiasat. Kita bisa lihat bahwa beliau sangat menghargai dan memuliakan kedudukan mereka sebagai penguasa dunia.

Di bawah ini terlampir 4 surat Nabi Sahalallahu ‘alaihi wassalam :

1– Surat Nabi shalallahu ‘alaihi wassalam untuk Raja Negus (Penguasa Ethiopia);

Surat Nabi shalallahu ‘alaihi wassalam untuk Raja Negus (Penguasa Ethiopia)

Isi Surat :

Dari Muhammad utusan Islam untuk An-Najasyi, penguasa Abyssinia (Ethiopia). Salam bagimu, sesungguhnya aku bersyukur kepada Allah yang tidak ada Tuhan kecuali Dia, Raja, Yang Maha Suci, Yang Maha Sejahtera, Yang Mengaruniakan keamanan, Yang Maha Memelihara, dan aku bersaksi bahwa Isa putra Maryam adalah ruh dari Allah yang diciptakan dengan kalimat Nya yang disampaikan Nya kepada Maryam yang terpilih, baik dan terpelihara. Maka ia hamil kemudian diciptakan Isa dengan tiupan ruh dari-Nya sebagaimana diciptakan Adam dari tanah dengan tangan Nya. Sesungguhnya aku mengajakmu ke jalan Allah. Dan aku telah sampaikan dan menasihatimu maka terimalah nasihatku. Dan salam bagi yang mengikuti petunjuk.

2– Surat Nabi shalallahu ‘alaihi wassalam untuk Raja Heraclius (Kaisar Romawi);

Surat Nabi shalallahu ‘alaihi wassalam untuk Raja Heraclius

Isi Surat:

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Dari Muhammad utusan Allah untuk Heraclius Kaisar Romawi yang agung. Salam bagi siapa yang mengikuti petunjuk. Salain dari pada itu, sesungguhnya aku mengajak kamu untuk memeluk Islam. Masuklah kamu ke agama Islam maka kamu akan selamat dan peluklah agama Islam maka Allah memberikan pahalah bagimu dua kali dan jika kamu berpaling maka kamu akan menanggung dosa orang orang Romawi.  “Katakanlah: Hai Ahli Kitab, marilah (berpegang) kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu, bahwa tidak kita sembah kecuali Allah dan tidak kita persekutukan Dia dengan sesuatu pun dan tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah kepada mereka: “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)”. Al-Imron :64

3– Surat Nabi shalallahu ‘alaihi wassalam untuk Raja Khosrau II (Penguasa Persia);

Surat Nabi shalallahu ‘alaihi wassalam untuk Raja Khosrau II

Isi Surat:

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Dari Muhammad utusan Allah untuk Khosrau, penguasa Persia yang agung. Salam bagi orang yang mengikuti petunjuk, beriman kepada Allah dan RasulNya, dan bagi orang yang bersaksi bahwa tidak ada Tuhan kecuali Allah, Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya, dan bagi yang bersaksi bawha Muhammad itu hamba Nya dan utusan Nya. Aku mengajakmu kepada panggilan Allah sesungguhnya aku adalah utusan Allah bagi seluruh manusia supaya aku memberi peringatan kepada orang-orang yang hidup (hatinya) dan supaya pastilah (ketetapan azab) terhadap orang-orang kafir. Peluklah agama Islam maka kamu akan selamat. Jika kamu menolak maka kamu akan menanggung dosa orang orang Majusi.

4– Surat Nabi shalallahu ‘alaihi wassalam untuk Al-Muqawqis (Penguasa Mesir);

Surat Nabi shalallahu ‘alaihi wassalam untuk Al-Muqawqis

Isi Surat:

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Dari Muhammad bin Abdullah utusan Allah, untuk al-Muqawqis penguasa Mesir yang agung. Salam bagi siapa yang mengikuti petunjuk. Selain dari pada itu, aku mengajakmu kepada panggilan Allah. Peluklah agama Islam maka kamu akan selamat dan Allah akan memberikan bagimu pahala dua kali. Jika kamu berpaling maka kamu akan menanggung dosa penduduk Mesir.“.

Setelah al-Muqawqis membaca surat Nabi shalallahu ‘alaihi wassalam, ia membalas surat beliau dan memberikan kepada beliau dua hadiah.

Hadiah pertama, berupa dua budak belian bernama Maria binti Syamu’n al-Qibthiyyah yang dimerdekakan Nabi shalallahu ‘alaihi wassalam dan menjadi istri beliau, darinya Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam mendapatkan seorang anak yang diberi nama Ibrahim (wafat semasih kecil), nama ini diambil dari nama kakek beliau Nabi Ibrahim a.s.

Dan budak kedua adiknya sendiri, Sirin binti Syamu’n Al-Qibthiyyah yang dikawini Hassan bin stabit radhiallohu anhu, sastrawan unggul pada zaman Nabi shalallahu ‘alaihi wassalam.

Hadiah kedua, berupa kuda untuk tunggangan beliau.

Wallahu’alam bishowab

____________________

source;- {hasanalsaggaf.wpress.com}

Editor tata letak huruf :”satumanhaj”

(Artikel ini telah dimuat di Republika: http://www.republika.co.id/

Kategori:Sejarah Tag:
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: